when the world stops going round...
‘namanya siapa, rumahnya dimana, kuliah dimana, kerja dimana, orangtuanya bagaimana?’ semua tampak sopan dan pantas. mungkin memang iya, karena memang polos.
tapi kadang kita tak bisa menebak apa yg ada dalam pikiran, alih-alih cuma mau ‘get to know the person’, terkadang pikiran mengolah nya lain, karena yang terjadi kemudian dalam pikiran adalah ‘masuk kotak A, kotak B atau kotak C ya?’
memang, seiring waktu, isi kotak bisa berubah-ubah, pindah-pindah. tapi kadang juga yg mustinya dilabel ‘baik’ gak terlihat isi ‘baik’nya, lantaran untuk masuk beberapa ‘kotak-kotak’ tertentu perlu ada bukti-bukti dan masuk kategori-kategori ‘x, y, z’ dsbnya.
kadang menimpa kita, kadang kita yang bikin dan baru sadar belakangan, dan terkadang melihat depan mata tanpa mampu bikin apa-apa, gemes.
akhirnya cuma bisa mikir...kok bisa ya? dan baru sadar bahwa dunia disekeliling kita ternyata terus berkembang, menuju ‘that certain state’ yang pandangannya (hampir) mustahil untuk kita ubah, apalagi pengaruhi. dan hanya bisa berharap kita tidak sampai melakukan ‘kesalahan’ yang sama.
bingung? saya juga.
-moenlite-
[gemes...]

No comments:
Post a Comment