Sunday, November 28, 2004

ketika cahaya dititip pada rembulan



malam itu ia bersimpuh
memohon yang tak biasa

tuhan beri lah
yang dulu terbantah
beri bahagia
dari orang yang dirasa
adalah belahan hati
yang tak bertepi

segala indah
untuk dirasa
yang bawa bahagia
dan warnai jiwa
pokoknya sempurna

ia amini
tapi terus berfikir lagi
ada ganjal di hati
atas pinta yang mohon diberi

wajah rupawan
mulut yang manis
tak ayal terbukti
hanya janji-janji surga
yang tak bersemi

harta benda
jabat perolehan
sumber perkara
dan sakit hati

tidak, tidak
bukan itu yang dipinta
bukan itu yg akan jawab
relung kosong hati nya

kembali ia buka lembaran doa
dan meralat pinta pada tuhannya

tuhan lupakan yang aku baru bilang
indah rupa tapi tak sempurna
sedap dipandang tapi sakit dihati
buat apa

kini ku tau apa yang aku perlu

tolong beri kan
cinta yang agung
yang rela tumbuh
antara dahan yang patah
yang mampu mekarkan bunga dan tak kunjung layu
obati perih yang mengendap sepi

yang bersama dirinya
ia bisa beri bahagia

dan ia amini kembali

tapi kali ini
ada yakin dihati
bahwa tuhan tersenyum
dan akan penuhi

-moenlite-
sajadah nya yang terbentang

No comments: